Life is so precious..

PANIC! PANIC!

Ketika keputusan penting itu harus dibuat dalam hitungan menit. Hal itu membuatku tertekan. Aku sudah pasrah untuk wisuda April tahun depan. Seperti yang sudah aku ceritakan, aku sampai memikirkan, apakah aku akan mencuci nilai, mendapat IP yang tinggi, mengambil kerja part time, atau mencari pendamping wisuda. Tapi di sisi lain, ada perasaan bersalah dalam diriku kepada orang tuaku dan hal itu rasanya tidak nyaman.

Dan akhirnya aku memutuskan untuk mengambil resiko, tapi oh, itu tampak begitu terlambat. Itu adalah hari terakhir pendaftaran semester pendek. Aku tidak tahu pasti jam berapa pendaftaran itu tutup, aku kira jam 2, dan sekarang JAM 1 !!! tidak!! Aku mungkin akan melewatkannya. AKu langsung pergi dengan ATM BNI ku untuk mengambil uang, tapi ternyata ATM tersebut belum terisi. Dan aku kembali ke kos untuk mengambil ATM lain. Dan aku langsung pergi ke tempat ATM membawa motorku, karena letaknya jauh dari bank BNI, tempat untuk membayar uang kuliah. Aku mengambil uang di mesin ATM. Dan aku hampir lupa mengambil ATM nya kembali dari mesin.

Aku berlari, aku membawa motor dengan cepat.

Inilah perjuangan mahasiswa TA yang ingin segera lulus ditengah gonjang-ganjing dunia silat INFORMATIKA 2006.

Aku langsung ke bank  BNI untuk membayar kuliah. Aku semakin panik, waktu nya mungkin hanya tiga puluh menit lagi, biasanya di hari jumat, bank dan TU tutup lebih cepat.

Tapi di bank, aku bertemu dengan salah satu temanku, ia bersama temannya, dan ada kabar baik bahwa kemungkinan pendaftaran akan ditutup jam 4, dan aku masih memiliki 2 jam lagi.

Dan aku menunggu antrian, aku masih cukup panik, karena masih belum ada kepastian kapan pendaftaran itu tutup. Bagaimana jika aku tidak bisa mendaftar hari ini? Itu membuatku semakin panik. Dan aku jadi teringat, oh ya..apakah ATM BNI aku lupa ambil setelah melihat saldonya 0? Celaka! Aku mengecek kantong, tidak ada! Aku langsung pergi mengecek ke mesin yang letaknya ada di depan.  Dan ternyata disana tidak ada. Aku semakin panik, apakah tertinggal di kos? Hmm..itu mungkin, tapi aku harus mengeceknya. Aku melihat nomor antrian, hmm..itu masih lama. Tapi aku memilih untuk menunggu, hingga aku sadar bahwa CELAKA! Kunci motorku hilang. TIDAAK!! Aku mencari ke kantong, aku membongkar semua isi tas. Hujan yang tiba-tiba turun dengan deras, membuat suasana menjadi lebih dramatis. Sepertinya langit tau, aku sedang mengalami ketidakberuntungan di hari itu. Aku langsung berlari ke tempat motor,dan lagi-lagi aku terpeleset di tangga seperti orang bodoh. Aku tanya ke bapak parkir, apakah dia melihat kunciku? Dia menjawab tidak. Lalu, aku cek berulang-ulang, aku berjalan seperti gosokan di bank itu, menelusuri apakah ada kunci tergeletak di lantai. Dan tidak ketemu. Aku melihat papan nomor antrian, sekarang sudah nomor 390, oh..tidak, aku nomor tiga ratus sembilan puluh…err..lupa.. nomor berapa? Dan aku langsung merogoh saku, ada dimana ? ada dimana? Tidak ada ! celaka! Oh NOOO!! Dan ternyata setelah nomor nya ketemu, aku baru sadar bahwa antrianku sudah lewat 394. Dan aku memutuskan untuk mengambil nomor antrian kembali. Dan aku mendapat nomor 444, nomor yang paling menakutkan bagiku..dalam tradisi orang Tionghoa, angka 4 adalah angka ketidakberuntungan. Kata 4 jika dikatakan dalam bahasa Mandarin, shi.. yang mirip2 dengan kata yang berarti “MATI”

Apakah hari ini aku ditakdirkan dengan segala ketidakberuntungan? Dan apakah aku tidak berhasil hari ini!! Dan bagaimana dengan masa depanku? Kelulusanku? ATM ku? Dan sekarang..motorku??Bagaimana semua ini!??

Tulisan berikut:

Bad or Good: Who Knows?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.