Life is so precious..

Tugas akhir: Perjudian antara Uang dan Waktu

Hari ini aku dihadapkan pada suatu permasalahan yang cukup membuatku bingung. AKu harus memutuskan sesuatu yang akan menentukan hidupku ke depannya. Aku harus memutuskan apakah aku akan mengambil Tugas akhir pada semester pendek ini. Jika aku mengambilnya, itu bagus, karena aku memiliki peluang untuk lulus di semester ini, kerja dan mendapatkan uang. Jika aku tidak mengambilnya semester ini, itu bagus juga, karena aku mendapat waktu lebih untuk memperbaiki IP ku, mencari perkerjaan sampingan, mendapat penghasilan, dan tentunya aku juga memiliki waktu untuk mencari pendaping wisuda :-) .
Dan tentunya di tengah dilema ini, hanya ada satu orang yang aku tanya. Ya, tentu saja dia adalah ayaku. Karena dialah yang menderita untuk membiayai kuliah ku. Apakah dia masih ingin menderita lagi menanggung beban ku untuk kuliah satu semester. Yah, aku juga akan membantu kuliah itu, aku ada beberapa jumlah uang yang aku dapatkan dari memeras keringat sendiri. Tapi itu masih belum cukup. Jadi aku harus meminta pendapatnya. Dan aku pun meneleponnya. Meski pada akhirnya dia mengatakan, pilihan itu terserah padaku, karena aku yang paling mengerti, apakah aku dapat menjalaninya. Tapi aku merasakan ungkapan yang kuat dari kata-katanya yang tidak menginginkan aku wisuda tahun depan. Aku juga sempat berdebat dengan ayahku yang mengatakan bahwa aku terlalu sibuk di vihara, sehingga tidak bisa menyelesaikan tugas dengan cepat. Dan ia mengatakan seharusnya aku tidak boleh terlalu sibuk di vihara. Dalam pikiranku, aku harus sibuk di vihara, dan melakukan banyak kebaikan. Percuma saja lulus cepat, tapi tidak ada tabungan karma baik. Aku paham, ayahku tidak mengerti, betapa banyak perkembangan yang aku dapatkan di vihara sama banyaknya dengan yang aku dapatkan di ITB. Itu adalah hal yang wajar jika ia mengatakan demikian.
Kata-kata ayahku itu memotivasiku untuk benar-benar mengambil resiko ini. Aku harus membuktikan bahwa aku dapat lulus di bulan oktober, di tengah gonjang-ganjing permasalahan TA semester ini. Wah, ini seperti berjudi dan taruhannya adalah biaya semester pendek ini, dan akan ditukarkan dengan biaya kos, biaya semester depan, dan biaya 0 sks semester berikutnya. Dan ini seperti melempar koin, ada dua kemungkinan yang terjadi, tentang jadwal TA II di semester pendek. Hingga saat ini, belum ada jadwal yang jelas yang diberikan oleh Kaprodi. Ia mengatakan bahwa dalam waktu 3 minggu aku harus menyelesaikan tugas akhir ini, jika ingin mengambil SP, itu sangat mustahil. Namun ada dosen lain yang mengatakan, bahwa aku masih mendapat waktu hingga 7 minggu, itu masih mungkin bagiku.

Ini seperti judi bagiku, taruhannya adalah biaya semester ini. Dan hadiahnya adalah biaya kos, kuliah, di dua semester depan, dan biaya hidupku. Hadiah itu sangatlahb besar. Dan aku harus menentukan pilihan. Jika kejadian pertama yang terjadi,maka aku akan kehilangan semua taruhanku. Tapi jika kemungkinan kedua yang terjadi, maka aku masih memiliki kemungkinan lain, dan aku harus menjalankan perjudian lain untuk memenangkan wisuda oktober itu.

Dan aku telah mengambil resikonya. Taruhan telah diserahkan.

Dan saatnya berjuang.

Yah, dalam hidup kita sering kali dihadapkan oleh pilihan yang berat. Kita harus mempertimbangkan matang-matang. Aku bisa katakan, bahwa ini adalah pilihan yang sulit bagiku. Tapi satu kunci yang membuatku dapat membuat keputusan itu adalah “Hati”. Ketika aku mendengar kata-kata ayahku. Aku benar-benar merasa sangat bersalah jika aku wisuda tahun depan. Meski aku sadar, itu juga baik bagiku. Tapi aku tidak tega untuk membebani orang tua. Aku tahu ayahku pasti sulit membiayaiku. Dan itulah mengapa, aku harus lulus segera. Hatiku telah mengatakannya. Dan tidak akan ada penyesealan kemudian. Yah, ini memang seperti perjudian. Tapi keputusan itu, aku ambil dengan hati.

Untuk semuanya. Selalu semangat ya! ^^

Comments on: "Tugas akhir: Perjudian antara Uang dan Waktu" (2)

  1. Andi, selamat berjuang ya.
    My best wishes with you always.

    • veekumaro said:

      hoho..terima kasih ci.. Mari kita sama-sama berjuang demi kebaikan diri sendiri, demi manfaat banyak makhluk..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.