Life is so precious..

Bad or Good: Who Knows?

cerita sebelumnya : Panic! Panic!

Good Bad, Who knows? original Quote from Ajahn Brahm.

continue…

Aku pun duduk. Cukup!! Aku rasa sudah cukup.. semua yang aku alami. Aku bernapas masuk dan bernapas keluar. Aku sadari bahwa jika aku terus panik, semuanya akan semakin buruk. Aku menenangkan diri, aku duduk diam dan merenung di kursi tunggu. Melihat antrian demi antrian  dengan sabar menanti. Aku menolak untuk berpikir buruk, aku sadari bahwa berpikir buruk itu tidak menyelesaikan masalah dan membuatku menderita dua kali. Menderita karena kehilangan, dan menderita karena pikiran yang buruk.

Ini seperti efek domino bagiku. Karena kepanikanku mengejar waktu, aku takut aku tidak bisa daftar semester pendek, aku mungkin sudah melupakan kartu ATM ku di mesin. Karena aku panik mencari kartu ATM itu, aku sudah menjatuhkan kunci motor. Karena aku panik mencari kunci motor, aku ketinggalan nomor antrian dan aku harus menunggu lebih banyak lagi antrian itu. Dan nampaknya mungkin saja sekarang aku benar-benar terlambat mendaftar semester pendek. Aku tak tahu. Tapi yang jelas, itu.. sudah cukup. Aku tidak mau berpikir, oh, betapa tidak beruntungnya aku pada hari itu. Aku tidak ingin berpikir, oh, ini sangat buruk sekali. Pada kenyataannya, aku tidak tahu, apakah itu buruk atau baik bagiku. Mungkin saja jika aku tidak lulus tahun ini, justru lebih baik bagiku. Lulus dengan nilai yang lebih baik, mendapat pendamping wisuda, mendapat pengalaman kerja, dan penghasilan. Mungkin saja ? iya, tentu. Dan setelah lulus, semakin besar kemungkiannku untuk mewujudkan mimpiku berikutnya, kerja di luar negeri.

yah, Aku pun menjadi lebih tenang, aku yakin, apapun yang terjadi, pasti ada jalan terbaik yang bisa kujalani. Aku menunggu antrian 444 ku dengan santai, sambil merenung. Ketika tiba giliranku, aku membayarnya. Aku putuskan untuk menitipkan motor ke bapak penjaga parkin dan aku berjalan ke Anex. Meski sudah agak tenang, aku masih berjalan seperti zombie yang tidak sadar apa yang ada didepanku, sehingga aku menghantam ringan mobil yang sedang diparkir, entah karena aku menabraknya, atau dia yang ingin mundur dan menabrakku, aku benar-benar tidak sadar lagi. Aku hanya berjalan secepat mungkin ke gedung Anex.

Aku tiba disana, aku serahkan formulir itu. Dan aku harus menunggu KSM, tapi aku memutuskan untuk meninggalkannya. Entah apakah aku akan terdaftar atau tidak jika aku menginggalkannya. Tapi aku percaya, aku tidak ingin cemas berlebihan, aku pasti terdaftar di kuliah semester pendek ini.

Dan aku makan, mandi, dan pergi ke gedung anex lagi. Dan ternyata KSM ku sudah tercetak. All is okay. Ternyata segalanya berjalan dengan baik-baik saja.

Mingyur Rinpoche pernah mengatakan bahwa dari hasil penelitian ilmuan, 9o% dari kecemasan tidak terjadi. Tapi aku ingin menambahkan, 90 % kecemasan memang tidak akan terjadi jika kita berhenti cemas, dan berpikir dengan jernih dan tenang. Pada dasarnya, mungkin itu baik-baik saja, jika kita kehilangan sesuatu. Buah karma buruk mungkin telah kita terima, tapi janganlah menanam benihnya kembali. Benih-benih itu adalah pikiran yang buruk, merasa diri sial, merasa kesal, benci, dan pikiran-pikiran lain yang tidak baik. Pikiran adalah pelopor, aku percaya dengan Law of Attraction, ketika kita menanamkan benih yang buruk dalam pikiran kita. Suatu saat, tanpa sadar, kita akan melakukan segala hal yang membuatnya jadi nyata.

Dan ternyata di akhir kisah ini, aku menemukan kunci motorku disimpan oleh penjaga parkir yang lain. Aku menemukan ATM ku di kasur, ternyata aku telah membawa pulang ATM ku, dan aku juga telah terdaftar di semester pendek.

Lihat? ternyata semua kecemasan itu tidak terjadi.

tapi mungkin kalau aku masih panik, aku sudah ditabrak mobil di jalan tamansari..hehe.

Dan di akhir kisah itu, aku juga menyadari bahwa aku masih kehilangan uang 50rb, yah, that’s okay. Aku sadar, tidak mungkin sempurna, aku telah menanamkan banyak pikiran yang tidak baik pada saat itu, dan kebetulan ada yang berbuah sangat cepat. Uang ku hilang karena aku banyak merogoh saku, sehingga ada yang keluar mungkin. Tapi aku mencoba untuk bersyukur, mungkin saja kejadiannya bisa lebih buruk, jadi kenapa harus menyesali dan berpikir buruk lagi? hoho.. Mungkin uang itu ditemukan oleh orang yang memerlukannya.

good bad, who Knows?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.