Hari ini aku kehilangan kacamataku. Itu kecerobohanku, dan syukurlah, salah satu karma buruk sudah berbuah. Haha..mungkin banyak orang berpikir, apa artinya kacamata? Bagiku, kacamata itu sangat bermakna. Ada beberapa hal yang membuatnya begitu berharga. Kacamata itu adalah kacamata yang aku beli dari uang hasil kerja praktek.^^. Dia telah menemaniku di banyak kesempatan, membantuku melihat dunia ini, melihat teman-teman yang kusayangi, mengerjakan TA, belajar dharma, ikut retret.Semua hal telah kami alami bersama.
Satu penyadaran telah kudapatkan dari peristiwa kehilangan ini. Aku menyadari bahwa kondisi batinku sudah cukup kacau. Beberapa hari ini, tak ada banyak kata-kata lagi yang biasanya selalu menemani pikiranku. Kata-kata inspiratif yang biasanya selalu kutuangkan ke status fesbuk ku. Tapi sekarang mereka sudah pergi entah kemana. Aku merasa seluruh hasil latihan dan pelajaran spiritualku selama di bangku kuliah sudah perlahan-lahan menghilang. Aku heran, tentang reaksi batinku ketika aku kehilangan sebuah tutup modem saja. Ada perasaan begitu tak rela, dan melekat hanya pada sebuah tutup modem, haha..Dan ketika kacamata itu hilang, itu seperti lonceng kesadaran yang berbunyi dan begitu mengena dalam batinku yang membuatku merenung. Batinku jadi tak banyak bergejolak, anehnya dia justru lebih tenang dibanding kehilangan tutup modem. Aku sudah tidak pernah berlatih lagi. Dan aku melihat kembali kedua kenang-kenangan yang diberikan oleh temanku sebelum aku pergi kerja. ^_^ Sungguh aneh, kedua kenangan itu berasal dari India. Satu nya berupa kartu dari India dan satu lagi berisi tas dari India yang berisi tasbih. Aku baca kembali kata-kata dalam surat itu. Aku sudah pernah membacanya, puluhan kali, dan kali ini kata-kata itu tampak begitu mengesankan. Begitu banyak pesan bijak di dalamnya, kartu itu berisi pesan-pesan untuk hidup di dunia kerja dengan baik. Dan kata-kata yang membuatku benar-benar merasa miris, ketika aku membaca kata, tetaplah berlatih, tetaplah meditate your life. Dan aku merasa sedih, aku bahkan tak tahu lagi, bagaimana caranya agar aku bisa hidup seperti dulu, berlatih dengan lebih baik. Satu lagi adalah tasbih yang diberikan teman terbaikku.^_^.Aku ingat di hari itu, adalah hari terakhir hingga saat ini, aku bertatap muka dengannya. Dia memberikan kenang-kenangan itu sebelum aku benar-benar pergi, dan ia katakan, “Ini ada tasbih, yang dulu dia pernah dapatkan dari Lama Zopa, untukku, agar aku selalu ingat dengan latihan”.
Aku tak tau bagaimana aku akan menjalani hidup kedepannya. Tapi aku hanya dapat berharap sekarang, semoga jalan menuju komunitas praktek akan terbuka suatu saat, dan aku dapat menarik diriku ke tempat yang cerah. Semoga aku dapat lebih tercerahkan.
Oh yah, hari ini aku tidak makan malam^^. Aku hanya ingin kembali merasakan rasanya lapar. Ini adalah latihan yang biasanya aku sering jalani sewaktu kuliah. Nice practice..
Lost and found, ketika kita kehilangan sesuatu..sesungguhnya kita juga mendapatkan sesuatu..